veganojustice

Perbanyakan Vegetatif

Posted on: July 18, 2011

Dalam Pembenahan….

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Perbanyakan tanaman dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif.

Perbanyakan vegetatif, mempunyai pengertian perbanyakan tanaman dengan menggunakan organ vegetatif tanaman seperti batang yang mempunyai tunas samping (aksilar/lateral) dan mata tunas dari induk yang terpilih.  Induk terpilih misal mempunyai warna dan corak bunga yang indah dan belum pernah ada, warna daun bervariasi.   Kemudian teknik memperbanyak tanaman tersebut dengan cara stek batang, cangkok, sambung (grafting) dan okulasi.

Hasil akhir dari perbanyakan vegetatif ini adalah bibit atau tanaman yang sama dengan induk yang terpilih yang telah dicontohkan di atas atau diistilahkan dengan fotocopy atau true to type.

Pemilihan perbanyakan di atas tentunya juga terkait dengan tujuannya, apabila menghendaki tanaman yang mempunyai variasi/ keragaman sifat/karakter lain dari normalnya, maka perbanyakan generatif yang dipilih.  Apabila menginginkan tanaman hias yang mempunyai kesamaan dengan induk yang terpilih, maka perbanyakan vegetatif yang dipilih.

Perbanyakan vegetatif diperlukan untuk tanaman dan kultivar yang tidak menghasilkan biji secara teratur atau tidak bisa menghasilkan biji.

 

1.2  Tujuan

  • Mengetahui pengertian perbanyakan vegetatif alami dan buatan
  • Memahami dan mempraktekan cara dari macam-macam perbanyakan vegetatif alami dan buatan
  • Mempelajari dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi

perbanyakan vegetatif alami dan buatan


 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Perbanyakan Vegetatif Alami

            2.1.1 Pengertian Perbanyakan Vegetatif Alami

  • Perbanyakan vegetatif dimana mengambil bahan tanam dari organ tubuh tanaman induk yang merupakan hasil pertumbuhan tanaman (bagian generatif) dan sifat dari keturunannya pasti sama dengan induknya.

(Abdurahman,Deden.2008)

  • Perbanyakan tanaman tanpa melalui perkawinan atau tidak menggunakan biji tanaman induk yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia.

(Rahardja & Wiryanta.2003)

  • Plant propagation using vegetative organs such as stems that have a side shoots (axillary / lateral) and buds from the selected parent.

(Perbanyakan tanaman dengan menggunakan organ vegetatif tanaman seperti batang yang mempunyai tunas samping (aksilar/lateral) dan mata tunas dari induk yang terpilih.)

(Hartmann et al.1997)

 

            2.1.2 Macam Perbanyakan Vegetatif Alami (PENGERTIAN DAN CONTOH )

  • Tunas adventif
    • cocor bebek.
    • kesemek,
    • kersen,
    •  ,cemara
    • dan sukun.
    • Pembentukan tunas
      • pakis haji (cycas rumphii),
      • bamboo(bambusa sp),
      • pisang (musa paradisiaca),
      • nanas,
      • palem,
      • Umbi lapis
        • bawang merah (allium cepa),
        • bawang putih (allium sativum),
        • bawang daun (allium fistulosum),
        • bunga bakung (crinum asiaticum), dan
        •  bunga tulip
        • Umbi batang
          • kentang (solanum tuberrodum),
          • ubi jalar(ipomoea batatas),
          • caladium
          • gadung (dioscorea hispida), dan
          • gambili (dioscorea aculata)
          • Rhizome
            • lengkuas (alpina officinarum),
            • jahe (zingiber officinale),
            • kunyit ( curcuma domestica),
            • temulawak, dan
            • lidah mertua (sansivera sp)
          • Stolon
            • rumput teki(cyperus rotundus)
            • rumput gajah
            • stroberi
            • arbei
            • dan rumput pantai (spinifex sp)

STOP

 (Ashari.1995)

 

           


 

2.1.3 Faktor yang mempengaruhi Perbanyakan Vegetatif Alami

1. Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajad selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti

2. Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.

3. Faktor Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan.

4. Faktor Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang.

(Rochiman.1973)

 

2.2 Perbanyakan Vegetatif Buatan

2.2.1 Pengertian Perbanyakan Vegetatif Buatan

  • Perbanyakan tanaman secara buatan dengan campur tangan manusia.

(Suwanto.2007)

  • Sekumpulan teknik untuk menghasilkan individu baru tanpa melalui perkawinan dengan bantuan manusia.

(Pahan.2006)

  • Way through vegetative reproduction (without mating), which does not occur naturally but was made or occurred accidentally by humans.

(Cara reproduksi secara vegetatif (tanpa kawin) yang tidak terjadi secara alami melainkan dibuat atau disengaja terjadi oleh manusia)

(Anonymous.2011)

 

            2.2.2 Macam Perbanyakan Vegetatif Buatan (PENGERTIAN DAN CONTOH)

  • Cangkok
    • jambu
    • sawo
    • rambutan
    • mangga
    • jeruk
    • Okulasi
      • mangga,
      • Ø  karet
      • lengkeng
      •  durian, dan
      • rambutan.

 

  • Runduk
    • anyelir
    • tanaman apel
    • alamanda
    • durian dan
    • singkong.
    • Stek
      • teh
      • ubi kayu
      • tebu
      • tanaman pagar
      • sirih
      • Sambung
        • Manggis
        • Kopi
        • Kakao
        • Keluwih
        • Mangga

 

 

(Zaubin.2003)

 

            2.2.3 Faktor yang mempengaruhi Perbanyakan Vegetatif Buatan

Faktor Intern :

  1. dormansi bahan tanam (dapat dipecahkan dengan pemberian kelembaban tinggi)
  2. ZPT (dapat memacu pertumbuhan akar dan tunas)

Faktor Ekstern:

  1. suhu (bahan tanam tidak tahan dengan suhu tinggi)
  2. kelembaban (pada awal masa tanam dibutuhkan kelembaban yang tinggi)
  3. cahaya (pada awal pertumbuhan tunas dan akar dibutuhkan cahaya yang tidak banyak, maka perlu diberi naungan)
  4. jamur dan bakteri (biasanya sangat peka terhadap keadaan yang lembab, bahan tanam yang terlukai sangat rawan terhadap serangan jamur dan bakteri sehingga menyebabkan kebusukan)

 

(Anonim.1992)

 

 


 

BAB III

METODOLOGI

3.1 Alat, Bahan, dan Fungsi

  • Alat

ü  Curter/pisau

ü  Plastik

ü   

  • Bahan

ü  Tanaman jeruk

3.2 Langkah Kerja

       3.2.1 Perbanyakan vegetative Alami (anakan,umbi batang, stolon)

       3.2.2 Perbanyakan vegetative Buatan

              a. Grafting

 

  b. Okulasi

  1. Memilih bibit dari biji yang sudah berumur 6-8 bulan sebagai batang bawah.
  2. “Jendela” okulasi dibuat pada ketinggian 10 cm dari permukaan tanah dengan ukuran jendela 1 cm x 5 cm
  3. Mata entres yang akan digunakan sebagai batang atas dipilih dari tunas cabang yang sehat.
  4. Ukuran mata entres yang telah diambil dari cabang entres dibuat lebih kecil dari ukuran “jendela” okulasi.
  5. Kemudian mata entres ditempelkan atau dimasukkan didalam jendela, diikat rapat dengan menggunakan tali rafia atau plastik.
  6. Periksalah okulasi 2-3 minggu kemudian.Okulasi berhasil tumbuh bila warna tunas tetap hijau. Bila berwarna cokelat berarti okulasi gagal.

 

  c. Stek

 

1.      Stek ini diambil dari batang atau cabang pohon induk yang akan kita perbanyak dan pilih batang yang tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda

2.      Gunting stek yang digunakan harus tajam agar bekas potongan rapi. Bila kurang tajam batang bisa rusak atau memar.

3.      Pada saat mengambil stek batang, pohon induk harus dalam keadaan sehat dan tidak sedang bertunas.

4.      Yang dijadikan stek biasanya adalah bagian pangkal dari cabang. Pemotongan cabang diatur kira-kira 0.5 cm di bawah mata tunas yang paling bawah dan untuk ujung bagian atas sejauh 1 cm dari mata tunas yang paling atas.

5.       Kondisi daun pada cabang yang hendak diambil sebaiknya berwarna hijau tua. Dengan demikian seluruh daun dapat melakukan fotosintesis yang akan menghasilkan zat makanan dan karbohidrat. Nantinya zat ini akan disimpan dalam organ penyimpanan antara lain di batang. Karbohidrat pada batang ini penting sebagai sumber energi yang dibutuhkan pada waktu pembentukan akar baru.

6.      Ukuran besar cabang yang diambil cukup sebesar kelingking. Diameter sekitar 1 cm dengan panjang antara 10-15 cm. Cabang tersebut memiliki 3-4 mata tunas.

7.       Kondisi batang pada saat pengambilan berada dalam keadaan setengah tua dengan warna kulit batang biasanya coklat muda

 

 

 

 


 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

      4.1.1 Perbanyakan Vegeatif Alami (sesuai tabel pengamatan)

 

      4.1.2 Perbanyakan Vegetatif Buatan (sesuai tabel pengamatan)

 

 

4.2 Pembahasan

       4.2.1 Perbanyakan Vegeatif Alami

  1. a.    Anakan

Pada praktikum ini tanaman yang digunakan adalah kentang

 

  1. b.   umbi batang

Pada praktikum ini tanaman yang digunakan adalah kentang

 

  1. c.    stolon

Pada praktikum ini tanaman yang digunakan adalah stroberi

 

Menurut Redaksi (2007),

      4.1.1 Perbanyakan Vegeatif Buatan

a. Grafting

Pada Percobaan perbanyakan dengan cara  grafting mengalami kegagalan, yaitu mata entres berwarna coklat dan kering

Menurut Redaksi (2007),faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan grafting,yaitu:

ü  Faktor Tanaman
Kesehatan batang bawah yang akan digunakan sebagai bahan perbanyakan perlu diperhatikan. Pada batang bawah yang kurang sehat, proses pembentukan kambium pada bagian yang dilukai sering terhambat. Keadaan ini akan sangat mempengaruhi keberhasilan penyambungan. Batang bawah berpengaruh kuat dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga pemilihan tanaman yang digunakan sebagai batang bawah sama pentingnya dengan pemilihan varietas yang akan digunakan sebagai batang atas.
Berhasilnya pertemuan entres dan batang bawah bukanlah jaminan adanya kompatibilitas pada tanaman hasil sambungan. Sering terjadi perubahan pada entres maupun pada tanaman hasil sambungan, misalnya pembengkakan pada sambungan, pertumbuhan entres yang abnormal atau penyimpanan pertumbuhan lainnya, dimana keadaan ini disebut inkompatibel. Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan struktur antara batang atas dan batang bawah atau ketidakserasian bentuk potongan pada sambungan.Sedangkan batang yang mampu menyokong pertautan dengan baik dan serasi disebut kompatibel.

ü  Faktor Pelaksanaan
Faktor pelaksanaan memegang peranan penting dalam penyambungan. Kecepatan penyambungan merupakan pencegahan terbaik terhadap infeksi penyakit. Pemotongan yang bergelombang dan tidak sama pada permukaan masing-masing batang yang disambungkan tidak akan memberikan hasil yang memuaskan.
Kehalusan bentuk sayatan dari suatu bagian dengan bagian lain sangat penting untuk mendapatkan kesesuaian posisi persentuhan kambium. Ukuran batang bawah dengan batang atas hampir sama sangat diharapkan agar persentuhan kambium sangat banyak terjadi. Apabila batang atas lebih kecil dari batang bawah, maka salah satu sisi kambium harus cepat. Cara penyambungan suatu tanaman keberhasilannya lebih banyak dibandingkan dengan metode lain. Disamping itu ketrampilan dan keahlian dalam pelaksanaan penyambungan maupun penempelan serta ketajaman alat-alat yang digunakan juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pekerjaan tersebut

ü  Faktor Lingkungan
Cahaya matahari sangat kuat akan berpengaruh terutama pada saat pelaksanaan penyambungan. Oleh karena itu penyambungan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari. Penyambungan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Selain untuk menghindari kebusukan, curah hujan pada musim kemarau batang sedang aktif mengalami pertumbuhan serta entres yang tersedia cukup masak.

 

  b. Okulasi

Pada Percobaan perbanyakan dengan cara okulasi mengalami kegagalan, yaitu daun pada tunas layu dan berwarna coklat.

Menurut Redaksi (2007),kegagalan ini bisa disebabkan oleh berbagai sebab, yaitu diantaranya karena pelaksanaan okulasi disiang hari, kurang telitinya dalam memilih cabang, media yang terlalu kering karena jarangnya dilakukan penyiraman dan tanaman langsung terkena sinar matahari yang kemudian berakibat pada kelayuan dan pada bagian okulasi daun berubah warna menjadi coklat, serta alat yang digunakan untuk okulasi kurang bersih. Seharusnya, perbanyakan secara okulasi ini disarankan penyiramannya cukup (media cukup basah). Tetapi hal tersebut bisa diatasi dengan menempel di tempat yang teduh, terhindar dari sinar matahari langsung. Kebersihan alat okulasi, silet yang akan digunakan langsung kita belah dua saat masih dalam bungkusan kertas, sehingga silet/cutter/pisau kerat  kita tetap dalam kondisi bersih dan tidak berkarat. Cabang untuk okulasi ini sebaiknya tidak berdaun (daunnya sudah rontok). Entres yang baik adalah yang cabangnya dalam keadaan tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda (setengah berkayu).Warna kulitnya coklat muda kehijauan atau abu-abu muda. Entres yanng diambil dari cabang yang terlalu tua pertumbuhannya lambat dan persentase keberhasilannya rendah. Besar diameter cabang untuk entres ini harus sebanding dengan besarnya batang bawahnya.

  c. Stek

Cara perbanyakan dengan metode stek juga mengalami kegagalan, hal ini kemungkinan disebabkan karena batang stek yang masih muda, temperatur yang terlalu tinggi, kurangnya ketersediaan air bagi batang yang telah distek.

Menurut Redaksi (2007),Pada dasarnya cara perbanyakam stek akan kurang menguntungkan jika bertemu dengan kondisi tanaman yang sukar berakar, akar yang baru terbentuk tidak tahan stress lingkungan dan adanya sifat plagiotrop. Plagiotrop ialah rantingranting yang tumbuh dari batang orthotrop, yang jumlahnya banyak sekali. Ranting-ranting ini pendek, agak kecil dan tak melekat pada tajar sebab masingmasing, bukunya tak berakar lekat. Pada setiap buku tumbuh sehelai daun yang berhadaphadapan, dan disinilah akan tumbuh malai bunga. Cabang plagiotrop ini tumbuhnya selalu ke samping (lateral), dan pada cabang plagiotrop ini masih bisa tumbuh ranting-ranting lagi. Inilah bagian-bagian yang selalu mengeluarkan malai bunga ataubuah,maka ia juga disebut cabang-cabang buah. ( tanaman yang masih bertahan. Kondisi batang pada saat pengambilan berada dalam keadaan muda dengan warna batang setengah hijau atau setengah tua dengan warna kulit batang biasanya coklat muda. Pada saat ini kandungan karbohidrat dan auxin (hormon) pada batang cukup memadai untuk menunjang terjadinya perakaran setek. Pada batang yang masih muda, kandungan karbohidrat rendah tetapi hormonnya cukup tinggi. Pada kasus ini hasil setekan tumbuh tunas terlebih dahulu. Padahal seharusnya setek yang baik harus tumbuh akar dulu. Oleh karena itu, pada setek yang batangnya muda memang akan sering terjadi kegagalan. Selain itu kegagalan dalam stek dapat terjadi karena gunting stek tidak tajam sehingga batang yang akan distek memar, Hal ini mengundang bibit penyakit masuk ke bagian yang memar, sehingga bisa membusukkan pangkal setek serta kondisi lingkungan dan status fisiologi yang penting bagi tanaman sumber, diantaranya adalah:

a.       Status air. Stek lebih baik diambil pada pagi hari dimana bahan stek dalam kondisi turgid.

b.       Temperatur. Tanaman stek lebih baik ditumbuhkan pada suhu 12°C hingga 27°C.

c.       Cahaya. Durasi dan intensitas cahaya yang dibutuhkan tamnaman sumber tergantung pada jenis tanaman, sehingga tanaman sumber seharusnya ditumbuhkan pada kondisi cahaya yang tepat.

 

 

 

 


 

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Untuk mendapatkan bibit yang berkualitas yang sifatnya sama dengan induknya serta dapat memberi hasil secara cepat maka dapat dilakukan dengan cara perbanyakan secara vegetatif buatan. Namun perlu diperhatikan kondisi batang yang akan diperbanyak, perlakuan saat perbanyakan  serta perlu memperhatikan  kondisi lingkungan tumbuh sekitar

5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

Abdurahman….

Anonymous.2011

 

 

 

Rahardja…..

Redaksi…

 

Suwanto….

Prosiding seminar

 

1 Response to "Perbanyakan Vegetatif"

trimsss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jangan sia-siakan waktumu…

Agenda Hari ini

July 2011
M T W T F S S
« May   Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Request N Comments

Silakan request laporan yang kamu butuhkan sapa tau aku punya yang kamu mau... :-) N jangan lupa ya comments-nya...mungkin aku bisa membenahinya kalo ada waktu...he..he..

Chat & Sharing yuk…

%d bloggers like this: