veganojustice

Ekstraksi pada Benih

Posted on: July 18, 2011

Dala

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

Ekstraksi diperlukan karena biasanya benih tidak dipanen secara langsung. Biasanya pengunduhan dilakukan terhadap buahnya. Dikenal dua macam ekstraksi benih yaitu ekstraksi kering yang dilakukan terhadap buah berbentuk polong (Acacia sp, Paraserianthes falcataria) dan jenis-jenis yang memiliki daging buah yang kering (Swietenia macrophylla), sedangkan ekstraksi basah dilakukan terhadap jenis-jenis yang memiliki daging buah yang basah seperti Gmelina arborea, Melia azedarach dan Azadirachta indica.

Pengeringan benih dimaksudkan untuk menurunkan kadar air sampai batas keseimbangan dengan udara luar disekitarnya dan siap untuk dilakukan proses selanjutnya.Benih bersifat hygroskopis, sehingga jika benih diletakan didalam ruangan dengan RH rendah, maka benih akan kehilangan air dan terjadi penurunan kadar air. Namun sebaliknya jika benih diletakan dalam ruangan yang RH tinggi, maka kadar air benih akan bertambah atau meningkat.Selain bersifat hygroskopis,benih juga selalu ingin berada dalam kondisi equilibrium (keseimbangan) dengan kondisi disekitarnya.Pengeringan benih merupakan proses perpindahan air dari dalam benih kepermukaan benih, dan kemudian air yang berada dipermukaan benih tersebut akan diuapkan jika RH ruangan lebih rendah. Proses ini akan terjadi hingga keseimbangan kadar air benih dengan RH lingkungannya tercapai..Pengeringan seringkali merupakan faktor yang sangat kritis pada tahap pengolahan benih terutama kalau musim penghujan.

1.2  TUJUAN

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Ekstraksi Benih

  • Kegiatan yang bertujuan untuk memisahkan benih dari buah.

(Kuswanto.2003)

  • Pemisahan biji dari daging buah, kulit benih, polong, kulit buah, malai, tongkol dan sebagainya dengan tujuan agar benih tersebut dapat digunakan untuk bahan tanam yang memenuhi persyaratan.

(Kamil. 1982)

  • Proses pengeluaran benih dari buah, polong, kerucut, kapsul atau bahan pembungkus benih lainnya

(Nurhayati.1997)

  • Activities out and clean the seeds from other parts of the fruit, such as stalks, skin and flesh of fruit.

Kegiatan mengeluarkan dan membersihkan benih dari bagian-bagian lain buah,       seperti tangkai, kulit dan daging buah.

(ISTA.1985)

  • Activities aimed at separating the seeds from the fruit (if the seed that is downloaded is still a seed that has other components of the fruit).

Kegiatan yang bertujuan untuk memisahkan benih dari buah (apabila benih yang    diunduh masih merupakan benih yang memiliki komponen lain dari buah).

(AS & PM.,2000)

2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekstraksi Benih

 

(Kamil, J, 1982)

 

2.3 Metode Ekstraksi Benih

  • Metode Basah

            Ekstraksi basah dilakukan terhadap jenis-jenis yang memiliki daging buah yang basah seperti Gmelina arborea, Melia azedarach dan Azadirachta indica.

  • Fermentasi

Benih yang telah dipisahkan dari daging buahnya, dimasukkan ke dalam wadah dan apabila perlu ditambah dengan sedikit air, wadah ditutup dan disimpan selama beberapa hari. Adapun wadah yang digunakan untuk fermentasi benih dipilih wadah yang tidak korosif terhadap asam, misalnya terbuat dari logam stainless steel, kayu ataupun plastic. Lama fermentasi tergantung pada tinggi rendahnya suhu selama fermentasi. Apabila fermentasi dilakukan pada temperature 240 C-270 C maka diperlukan waktu 1-2 hari., sedangkan apabila digunakan temperature 150 C-220C, dbutuhkan waktu 3-6 hari., tergantung pada jenis benih yang difermentasikan. Selama fermentasi bubur (pulp) perlu diaduk guna memisahkan benih dari massa pulp dan mencegah timbulnya cendawan. Setelah fermentasi selesai, bisanya benih akan tenggelam ke dasar wadah untuk memudahkan pemisahan benih dari massa pulp perlu ditambahkan air agar pulp menjadi encer. Setelah benih difermentasi benih dicuci dengan air bersih hingga semua zat penghambat hilang, yang ditandai dengan permukaan benih yang sudah tidak licin. Selanjutnya benih tersebut dikering anginkan pada suhu 310 C hingga diperoeh kadar air tertentu sesuai dengan peraturan yang aman bagi penyimpanan

(Pitojo, 2005).

  • Mekanis

Pada usaha skala besar, pemisahan benih dari daging buahnya akan kurang efisien jika menggunakan tenaga manual. Proses pembijian dilakukan dengan menggunakan mesin (seed extraction) yang dirancang untuk memisahkan dan membersihkan benih dari pulp yang mengandung inhibitor.

(Kamil, J, 1982)

  • Kimiawi

Menggunakan zat kimia misalnya HCL 35%, dengan dosis 5 liter HCL 35% dicampur dengan 100 liter air. Kemudian larutan HCL digunakan untuk merendam pulp. Setelah direndam dan diaduk selama 30 menit, massa pulp akan mengambang dipermukaan sehingga mudah dipisahkan dari benih yang tenggelam didasar wadah. Setelah dipisahkan benih dicuci dengan air hingga bekas pencuciannya bersifat netral (dapat dicek dengan menggunakan kertas lakmus).

(Kuswanto.2003)

            Pemisahan biji setelah fermentasi dapat dilaukan dengan menggunakan sodium karbonat 10% selama dua hari, namun cara tesebut jarang digunakan oleh perusahaan benih, pemisahan biji dalam jumlah banyak dapat dilakukan secara cepat degan menggunakan HCL 1 N sebanyak 7-8 ml/l larutan, dibiarkan selama 1-2 jam. Namun jika tidak dilakukan secara tepat perlakuan dengan bahan kimia tersebut dapat menurunkan daya kecambah .

(Pitojo, 2005).

            Memanfaatkan kapur tohor sebagai bahan untuk ekstraksi basah menunjukkan bahwa pada konsentrasi kapur tohor 20 g/l dengan lama perendaman 30 menit memberikan potensi tumbuh terbaik (96%) untuk benih manggis. Manggis dan ketimun termasuk kedalam tipe buah berdagung dan berair sehingga diharapkan kapur tohor juga dapat dipalikasikan dalam ekstraksi benih ketimun. Adapun keuntungan dari penggunaan kapur tohor adalah prosesnya berjalan cepat, harganya murah 2000/kg dapat mencegah terjadinya pembusukan yang dapat mempengaruhi kualitas benih terutama viabilitasnya dan tidak menyebabkan perubahan warna.

(Murniati.1996)

  • Metode Kering

Ekstraksi kering yang dilakukan terhadap buah berbentuk polong (Acacia sp, Paraserianthes falcataria) dan jenis-jenis yang memiliki daging buah yang kering (Swietenia macrophylla) yang dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin.

(Kuswanto.1997)

2.4 Manfaat Ekstraksi Benih

  • Memisahkan benih dari buah
  • Memisahkan benih dari kotoran lainnya
  • Meningkatkan kemurnian benih.

(Sadjad.1975)

2.5 Tujuan Pengeringan

Mengurangi kadar air benih sampai batas aman terutama yang berada di daerah bersuhu dan kelembaban tinggi dimana perkembangan mikroorganisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau terhenti.

(Sutopo. 2002)

2.6 Metode Pengeringan

Pengeringan benih dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Pengeringan dalam karung (bag driers)

Pengeringan benih dalam karung dilakukan bila benih yang

akan dikeringkan berasal dari banyak varietas atau bila volume

benih yang diproduksi kecil. Karung yang digunakan terbuat dari

bahan yute, sehingga dapat dilalui udara untuk proses

pengeringan.

  • Pengeringan dalam Kotak (box driers)

Pengeringan dalam kotak merupakan modifikasi dari bag driers dan metode yang paling lazim digunakan dalam pengeringan benih. Bahan box berupa bahan lokal yang dimasukan ke dalam wadah dari logam yang berlubang-lubang

atau kawat.

  • Bin driers

Dilakukan jika benih yang diperoleh berasal dari bulk dengan jumlah lebih dari 5 ton

  • Flat storage drying

Jika benih yang dihasilkan banyak dan hanya satu varietas saja

 

(Wahyu dan Asep.1995)

  • Pengeringan secara alami (natural drying)

Pengeringan ini dilakukan penjemuran dengan panas matahari secara langsung. Perlu penanganan aktif, untuk menghindari :
a. Pengaruh suhu yang tinggi
b. Pengeringan tidak merata
c. Kulit benih pecah-pecah.

  • Pengeringan buatan (artificial drying)
    Pengeringan ini dengan mesin atau alat dapat dilakukan, apabila :
    a. Mencapai maksud pengeringan sesuai yang diharapkan;
    b. Tercapai pengeringan tanpa tergantung pada kondisi cuaca;
    c. Kualitas benih terjaga.

Perlu penanganan aktif, untuk menghindari :
a. Pengaruh suhu yang tinggi
b. Pengeringan tidak merata
c. Kulit benih pecah-pecah.

(Kamil. 1982)

2.7 Manfaat Pengeringan

  • Meningkatkan daya simpan benih.
  • Mempertahankan viabilitas benih.
  • Menghasilkan benih berkualitas
  • Mempertahankan daya fisiologi benih.
  • Menambah nilai ekonomis.

(Sutopo. 2002)


BAB III

METODE

3.1 Alat, Bahan dan Fungsi

3.2 Langkah Kerja

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

4.2 Pembahasan

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

            AS & PM.,2000. PVP Status: PVP Asia in balance. Asia Seed & Planting Material, 7 (3) : 18 – 19

ISTA, 1985. International Rules for Seed Testing: Rules 1985. Seed Science and Technology, 13 (2) : 299 – 355.

Kamil, J, 1982, Teknologi Benih I, Padang: Universitas Andalas

Kuswanto, Hendarto. 1997. Analisis Benih. Yogyakart:Andi

Kuswanto,Hendarto. 2003, Teknologi Pemprosesan, Pengemasan dan Penyimpanan Benih. Yogyakarta: Kanisius

Murniati,E.1996. Informasi Hasil Penelitian Pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap viabilitas benih kemiri (Aleurites moluccana Willd.). Keluarga Benih 7(1):59-65

Nurhayati, K. 1997. Pengaruh Ukuran dan Saat perkahan Buah Pada Proses Ekstraksi terhadap Perkecambahan dan Pertumbuahan Semai Khaya anthoteca C.DC. Skrpisi. Bogor. Jurusan Manajeman Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Pitojo Setijo, 2005. Benih Kacang Tanah. Yogyakarta: Kanisius

Sadjad, Syamsoe’oed. 1975. Dasar-dasar Teknologi Benih. Bogor: IPB

Sutopo, Lita. 2002. Teknologi Benih. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wahyu, C.M. dan Asep Setiawan. 1995. Produksi benih.Jakarta: Bumi Aksara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jangan sia-siakan waktumu…

Agenda Hari ini

July 2011
M T W T F S S
« May   Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Request N Comments

Silakan request laporan yang kamu butuhkan sapa tau aku punya yang kamu mau... :-) N jangan lupa ya comments-nya...mungkin aku bisa membenahinya kalo ada waktu...he..he..

Chat & Sharing yuk…

%d bloggers like this: