veganojustice

Kemurniaan Benih

Posted on: May 16, 2011

Masih dalam Pembenahan…

BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Benih murni yang merupakan salah satu komponen dalam pengujian benih, sangat penting dalam menghasilkan benih yang berkualitas tinggi. Pada pengujian daya berkecambah, benih yang diuji diambil dari fraksi benih murni. Dengan demikian hasil pengujian kemurnian benih dan daya kecambah benih mempengaruhi nilai benih untuk tujuan pertanaman. Pengujian kemurnian digunakan untuk mengetahui komposisi contoh kerja, kemurnian, dan identitasnya yang akan mencerminkan komposisi lot benih yang didasarkan pada berat komponen pengujian. Dalam pengujian kemurnian contoh kerja kemurnian dipisahkan menjadi benih murni, biji tanaman lain, dan kotoron .

Tujuan utama dari analisa kemurnian benih adalah untuk menentukan komposisi berdasarkan berat dari contoh benih yang akan diuji atau dengan kata lain komposisi dari kelompok benih dan untuk mengidentifikasi dari berbagai species benih dan partikel-partikel lain yang terdapat dalam suatu benih. Untuk analisa kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 4 komponen yaitu benih murni, benih species lain, benih gulma dan bahan lain atau kotoran.

1.2       Tujuan

  • Untuk menentukan komposisi benih murni, benih lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih
  • Untuk mengetahui persentasi masing-masing dari komposisi benih

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Kemurnian Benih  1 indo+2 eng

  • Purity of seed is the percentage by weight of pure seeds contained in a seed sample

Kemurnian benih adalah merupakan persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam suatu contoh benih

(Sutopo, 1984)

  • Purity of seed is composition based on the weight of seed samples to be tested or in other words the composition of the seed group and to identify the various species of seeds and other particles contained in a seed.

Kemurnian benih adalah merupakan komposisi berdasarkan berat dari contoh benih yang akan diuji atau dengan kata lain komposisi dari kelompok benih dan untuk mengidentifikasi dari berbagai species benih dan partikel-partikel lain yang terdapat dalam suatu benih.

 ()

  •  

()

2.2 Definisi Kadar Air 1 indo+2 eng

  • The water content is the amount of water contained in the material expressed in units of percent.

Kadar air merupakan banyaknya air yang terkandung dalam bahan yang dinyatakan dalam satuan persen.

()

  • The water content is one of the physical properties of materials that show the amount of water contained in the material.

Kadar air merupakan salah satu sifat fisik dari bahan yang menunjukan banyaknya air yang terkandung di dalam bahan.

()

  •  

()

2.3 Kategori Benih dalam Kemurnian

a)   Benih murni, adalah segala macam biji-bijian yang merupakan jenis/ spesies yang sedang diuji. Yang termasuk benih murni diantaranya adalah :

  • Benih masak utuh
  • Benih yang berukuran kecil, mengkerut, tidak masak
  • Benihyang telah berkecambah sebelum diuji
  • Pecahan/ potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang sesungguhnya, asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih tersebut termasuk kedalam spesies yang dimaksud
  • Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat dikenali

b)   Benih tanaman lain, adalah jenis/ spesies lain yang ikut tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji.

c)   Kotoran benih, adalah benih dan bagian dari benih yang ikut terbawa dalam contoh. Yang termasuk kedalam kotoran benih adalah:

  • Benih dan bagian benih
  • Benih tanpa kulit benih
  • Benih yang terlihat bukan benih sejati
  • Bijihampa tanpa lembaga pecahan benih ≤ 0,5 ukuran normal
  • Cangkang benih
  • Kulit benih

2.4 Metode Penentuan Bobot 1000 Butir

Tiap varietas tanaman menpunyai ukuran berat 1000 biji yang khusus, dengan demikian perhitungan berat 1000 biji ini hanya berlaku untuk biji-biji satu tanaman. Meskipun demikian variabilitas biji yang ada disebabkan oleh beberapa faktor luar antara lain sebagai berikut.
a. Keadaan cuaca
b. Intensitas sinar matahari
c. Masa kering yang terlalu panjang
d. Pemupukan
e. Letak biji pada tanaman
Untuk menyediakan benih perlu diperhatikan daya tumbuhnya, semakin rendah daya tumbuhnya maka semakin bayak biji yang diperlukan sebagai benih. Kebutuhab biji persatuan luas harus mempertimbangkan jarak tanam, isi tiap lubang, daya kecambah, berat 1000 biji dan kebutuhan benih untuk sulaman.Bobot 1.000 biji merupakan berat nisbah dari 1.000 butir benih yang dihasilkan oleh suatu jenis tanaman atau varietas. Salah satu aplikasi penggunaan bobot 1.000 biji adalah untuk menentukan kebutuhan benih dalam satu hektar. Penentuan benih dapat dilakukan dengan menetukan bobot 1000 biji. Dengan mengetahui biji yang besar atau berat berarti menandakan biji tersebut pada saat dipanen sudah dalam keadaan yang benar-benar masak, karena biji yang baik untuk ditanam atau dijadikan benih adalah biji yang benar-benar masak. Penggunaan bobot 1000 biji adalah untuk mencari bobot rata-rata yang dapat menyebabkan ukuran benih yang konstan dalam beberapa spesies karena penggunaan contohnya terlalu banyak, hal ini dapat menutupi variasi dalam tiap individu tumbuhan. Pada banyak spesies bobot benih merupakan salah satu ciri fenotip yang paling kurang fleksibel. Bobot 1000 biji padi dibedakan menjadi 3 kategori oleh Badan Pengendali Bimas yaitu bobot 1000 biji berukuran kecil apabila kurang dari 20 gr, ukuran sedang antara 20-25 gr, dan untuk ukuran besar lebih dari 25 gr.

Penentuan  Berat 1000 butir

  • Untuk  mengetahui berat setiap kelompok benih per  1000 butir benih
  • Dapat dipergunakan untuk menegtahui jumlah benih per kg dari suatu jenis yang dapat dijadikan standar dalam perencanaan kebutuhan benih untuk persemaian maupun penanaman
  • Penghitungan  dapat dilakukan melalui 2 cara (ISTA)
  • Menghitung  seluruh benih
  • Seluruh  benih murni dari analisis kemurnan dihitung  (= x butir)
  • Benih tersebut ditimbang (= Y g)
  • Berat 1000 butir = Z = 1000 x Y/x
  • Menghitung  1000 butir benih berdasarkan ulangan-ulangan,  menjadi 8 ulangan kemudian dicari koefisien  keragamannya.
  • Bila CV > 4 maka pengujian harus diulang

()

2.5 Faktor yang Mempengaruhi Kadar Air

Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar air,antara lain:

  • daya simpan bahan;
  • air terikat dan air bebas;
  • kadar air basis basah dan kadar air basis kering;
  • aktivitas air;
  • kelembaban mutlak dan kelembaban relatif;
  • sifat fisik dari bahan.

()

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

3.1.1 Kemurnian Benih

3.1.2 Bobot 1000 Butir

Dari hasil perhitungan berat 1000 berat biji padi maka dapat di ketahui kalau biji padi termasuk biji yang bobotnya sedang dimana berat1000 biji padi varietas inpari adalah 21, 64, dengan nilai SM= 1,335

3.1.3 Kadar Air

3.2 Pembahasan

3.2.1 Kemurnian Benih

3.2.2 Bobot 1000 Butir

3.2.3 Kadar Air

Pada praktikum kemurnian benih ini, praktikan menyiapkan benih padi sebanyak 4 kantong yang masing-masing kantong berisi 50 gr. Tiap bungkus yang berisi 50 gr benih padi ini dipisah-pisahkan dengan kategori benih murni, kotoran benih dan varietas lain. Setelah terpisah menjadi tiga kategori ini langkah selanjutnya adalah menimbang masing-masing kategori ini dengan menggunakan timbangan eletrik. Persentase dari benih murni didapatkan dari berat benih murni dibagi dengan berat awal dan dikalikan 100%.

Dari hasil pengamatan diperoleh data sebagai berikut pada benih padi ulangan 1 benih murninya 96,8%; kotoran benih 2,6% dan varietas lain 0,6%. pada benih padi ulangan 2 benih murninya 96,6%; kotoran benih 0,2% dan varietas lain 3,2%. pada benih padi ulangan 3 benih murninya 95,4%; kotoran benih 4% dan varietas lain 0,6%. pada benih padi ulangan 4 benih murninya 94%; kotoran benih 5,4% dan varietas lain 0,6%. Dari data ini dapat dilihat bahwa persentase benih murni yang paling baik terdapat pada ulangan 1.
Pengujian kemurnian benih merupakan kegiatan-kegiatan untuk menelaah tentang kepositifan fisik komponen-komponen benih termasuk pula persentase berat dari benih-benih murni, benih tanaman lain, benih varietas lain, biji-bijian herba dan kotoran-kotoran pada massa benih.

Benih murni meliputi semua varietas dari setiap species yang diakui sebagaimana yang ditemukan dalam pengujian di laboratorium. Selain dari benih matang dan tidak rusak ke dalam benih murni juga termasuk juga benih yang ukurannya kurang tetapi lebih dari setengahnya dari bagian ukuran asalnya, mengkerut, kurang matang dan sudah berkecambah, dalam keadaan dapat ditentukan dengan pasti sebagai species yang diakui.
Benih varietas lain merupakan benih yang jenisnya tidak sama, misalnya benih padi dengan benih gandum, sedang yang bervarietas lain merupakan benih dari tanaman sejenis yang varietasnya berbeda, misalnya padi Serayu dengan padi Brantas.
Kotoran atau benda mati merupakan bagian dari sejumlah benih yang sedang diuji yang tidak berupa benih, melainkan benda-benda mati yang hanya mengotori benih, seperti misalnya kerikil, gumpalan tanah, sekam serta bentuk-bentuk lain yang menyerupai benih dan gulma.

Dalam pelaksanaan pengujian kemurnian ini dimana komponen-komponen telah berhasil dipisah-pisahkan, yang merupakan hasil-hasil uji benih murni, varietas lain dan benda-benda mati atau kotoran, selanjutnya masing-masing harus ditimbang dengan seksama dengan contoh kerja dalam satuan gram, dengan memperhatikan ketentuan perhitungan sebagai berikut: karena dalam praktikum ini praktikan menggunakan benih 50 gram maka setelah menghitung persentase berat dari varietas lain dan kotoran kemudian dibandingkan dengan jumlahnya terhadap berat asli maka hasil uji komponen benih murni tidak perlu ditimbang, dianggap 100%, perhitungan selanjutnya 100% minus persentase berat varietas lain dan kotoran.
Prinsip dari pengolahan benih ialah mewujudkan benih tanaman yang unggul dan baik. Apabila benih itu ditanam atau ditumbuhkan akan mampu bertahan selama perkembangan hidupnya serta mampu memberikan produk yang baik dan meningkat, dengan cara memberikan perlakuan antara lain memisahkan secara khusus benih yang kita pilih dari benih tanaman sejenis yang bervarietas lain, dari benih tanaman lain, dari biji-bijian herba, dari kotoran-kotoran yang melekat atau tercampur padanya. Jangkauan dari aktivitas ini adalah agar diperoleh benih yang benar-benar murni.

Pembersihan benih dari varietas lain dan kotoran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya mengingat antara benih yang kita maksud dengan hal-hal yang telah disebutkan itu pada dasarnya ada perbedaan fisik. Jadi tinggal ketekunan kita dalam melaksanakan cleaning tersebut. Dalam pelaksanaan pembersihan itu terdapat dua cara yaitu yang tradisional dan yang pemanfaatan mesin.
Cara tradisional ini seperti yang dilakukan oleh praktikan dalam praktikum kemurnian benih ini yaitu dengan memilah-milah benih murni, varietas lain dan kotoran dengan menggunakan tangan, jadi hanya mengandalkan indera perasa dan penglihatan saja. Cara ini banyak kelemahannya karena seperti kita ketahui kemampuan indera tiap orang berbeda-beda.

Pembersihan dengan mesin kegiatan utamanya meliputi scalping (tertuju pada material-material kasar), hulling (tertuju pada bagian-bagian yang lengket), shelling (tertuju pada pengelupasan kotoran yang ada di permukaan benih). Jadi pada dasarnya pembersihan fisik benih dari fisik kotoran dan material yang tidak diperlukan akan mengaburkan, mempengaruhi dan merusak kenurnian benih.
Pembersihan benih sangat perlu dilakukan sehubungan adanya perbedaan-perbedaan fisik dan sifat yang dapat mengaburkan kemurnian benih. Perbedaan-perbedaan seperti tekstur permukaan dan warna harus kita ambil yaitu yang menunjukkan kemurnian benih, sedang yang lainnya kita pisahkan sehingga yang tinggal menunjukkan kemurnian benih tersebut.

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

  • Kemurnian benih adalah merupakan persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam suatu contoh benih.
  • Untuk analisa kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen yaitu benih murni, benih varietas lain, dan kotoran benih.
  • Untuk analisa kemurnian benih beda antara ulangan pertama dan kedua tidak boleh lebih tinggi atau lebih rendah dari 5%.
  • Dari hasil pengamatan kemurnian benih tertinggi dicapai pada benih padi ulangan 1 dimana persentase benih murni mencapai 96,8%.

4.2 Saran

Sebaiknya dalam praktikum…….

 

DAFTAR PUSTAKA

Justice, O. L. dan Bass, L. N. 1994. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Direktorat Jendral Tanaman Hortikultur Departemen Pertanian. 2006. Pedoman Laboratorium Tanaman Pangan dan

Hortikultur.

Direktorat Jendral Tanaman Pangan. 2005. Evaluasi Kecambah Pengujian Daya Kecambah. Depok . Jawa barat

Direktorat pembenihan tanaman hutan. 2002. Petunjuk Teknis Pengujian Mutu Fisik – Fisiologi Benih. Jakarta

Heddy, G. 1990. BIologi Pertanian. Rajawali Press. Jakarta.
Hidayat, E. B. 1995. Anatomi tumbuhan berbiji. ITB. Bandung
Kartasapoetra, A. G. 2003. Teknologi Benih Pengelolaan Benih dan Tuntunan Praktikum. Rineka Cipta. Jakarta

Tortora, G. J. 1987. Principles of Anatomy and Physiologi. New York. Harper and Row

Yandiant. 2003. Bercocok Taanam Padi. Penerbit M2S. Bandung.
Wiryani. 1967. Padi. Rinjani. Solo

2 Responses to "Kemurniaan Benih"

thanks about purity of seed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jangan sia-siakan waktumu…

Agenda Hari ini

May 2011
M T W T F S S
« Apr   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Request N Comments

Silakan request laporan yang kamu butuhkan sapa tau aku punya yang kamu mau... :-) N jangan lupa ya comments-nya...mungkin aku bisa membenahinya kalo ada waktu...he..he..

Chat & Sharing yuk…

%d bloggers like this: